This's My life

Waktu Aku Pertama Kali Naik Motor

Di sini, aku mau cerita tentang pengalaman bodoh dan lucu yang belum lama aku alami. Dan itu membuktikan seberapa ndesonya aku. Hahaha

Bulan Februari kemarin aku udah 17 tahun. Dan beruntungnya aku, nggak lama setelah aku ulang tahun ada pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) masal. Maka seketika itu juga aku langsung buat KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang sayangnya hasilnya mengecewakan.

Jadwal pembuatan SIM masal berbarengan dengan jam sekolah. Jadi aku harus ijin dua kali. Yang pertama untuk daftar, dan yang kedua untuk tesnya. Sempat guruku tanya waktu aku mau minta ijin;

“Mau kemana, kok ijin?”

“Mau buat SIM, Pak.”

“Oh, mau buat Surat Ijin Menbonceng ya?” Serentak guru yang lainnya ketawa.

“Bukan, Pak.”

“Kalo perempuan Surat Ijin Membonceng, kalo laki-laki Surat Ijin Memboncengkan. Hahaha.”

 

Pokoknya aku dapet ijin. Sungguh, teman-teman. Kepanjangan SIM yang benar itu yang udah aku tulis di atas.

Singkat cerita, aku udah dapet SIM. Terus, kalo udah punya nggak dipake maneman kan? Jadilah akhir-akhir ini ke sekolah naik motor sendiri.

Waktu pertama kali naik motor ke Jogja dari Prambanan, yang jaraknya kurang lebih 20 km dan waktunya kira-kira 30 menit, aku merasa biasa aja. Karena baru pertama kali, aku lewat jalan desa yang agak sepi. Waktu hari kedua, mau balik ke rumah, aku njemput adekku di sekolah. Waktu itu anginnya lumayan kencang dan aku cuma make jaket.

Di jalan, aku ngerasa biasa aja. Tapi pas nyampe rumah, kepalaku langsung pusing nggak kuat berdiri. Aku tidur seharian. Untungnya keesokannya aku libur, jadi bisa istirahat seharian.

 

Hari Selasanya, aku cuma masuk 2 jam pelajaran. Habis itu ijin pulang. Pas ditanya kenapa kok pulang, aku cuma jawab sakit. pas ditanya sakit apa, aku nggak mau njawab. Aku ngasih alasan yang berkelit-kelit. Tapi, karena aku nggak pinter ngomong guruku pun menyimpulkan kalau aku masuk angin. Dalam hati, aduh pak, nggak usah disebut.

Intinya, habis aku naik motor aku K.O sampai 2 hari. Dan setiap aku cerita sama temenku mereka selalu ketawa dan bilang “Kok bisa sih?”

Tapi sekarang, aku udah punya solusinya. Pertama, pake jaket yang tebel. kalau perlu pake pelindung dada. Biar anginnya nggak langsung kena badan. Kedua, pakai masker. Menurutku, pakai masker bisa mengurangi angin yang masuk ke hidung, mulut, dan sebagian ke mata. Sayangnya aku nggak bisa njelasin secara ilmiah. Belum tau ilmunya. hehe

Yah, mudah-mudahan temen-temen bisa mengambil pelajaran dari ceritaku ini. Jangan berbuat bodoh seperti yang aku lakukan ya.🙂

2 responses

  1. ^o^b

    weeee udah punya KTP udah punya SIM.. have a safety riding.. ^^

    16 Maret 2012 pukul 16:05

    • kesima07

      hehehe,, Makaasih🙂

      24 Maret 2012 pukul 19:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s