This's My life

Cinta itu Indah pada Waktunya

Habis sholat maghrib dan tadarus, aku pergi ke ruang tamu dan menemukan koran bertumpuk. Ada satu koran yang menarik perhatianku. Karena semua huruf ‘o’ yang ada di koran tersebut diganti menjadi ‘♥’. Selain itu headlinenya juga menarik. Tak ceritain secara singkat..

L♥ng Live L♥ve, begitulah judal headline koran *awa P*s yang aku baca. Artikel itu menceritakan kisah cinta Pak B.J Habibie dengan istrinya, Almarhumah Hasri Ainun Besari. Suatu hari, Pak Habibie bangun seperti biasa. Namun beliau tidak menemukan sang istri berada di sampingnya. Beliau mencari ke ruang keluarga, ruang tengah, dapur, halaman depan, dan segala penjuru rumah. Padahal saat itu sudah genap dua minggu istrinya meninggal dunia.

Pernikahan mereka tidak diawali dengan pacaran. Pak Habibie jatuh cinta pada pandangan pertama dan hanya butuh waktu kira-kira dua bulan hingga akhirnya mereka menikah. Padahal, mereka sudah lama kenal.

Cinta Pak Habibie pada istrinya tidak cuma itu saja. Pak Habibie masih datang ke pemakaman istrinya, mengelus-elus sambil menceritakan hal-hal yang dialaminya sampai hari ke-seratus. Sampai-sampai beliau dianggap gila oleh teman-teman dokternya.

Untuk mengobati rasa rindunya, beliau menulis buku ‘Habibie dan Ainun’.

Hikmah menulis buku ini telah menjadi terapi mengobati kerinduan. Karena antara saya dan Ainun adalah dua raga, tapi satu jiwa.

Cinta seperti itu tidak mudah untuk dibuat, dan diciptakan. Cinta seperti itu ada karena rasa saling percaya dan keserasian antara keduanya. Dan cinta seperti itu ada karena Allah yang membuatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s